RAB — Rencana Anggaran Biaya
RAB dan AHSP sering tertukar karena keduanya sama-sama soal biaya pekerjaan konstruksi, padahal keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda. Enam langkah di bawah ini menyambungkan keduanya, dari definisi sampai mendapatkan penyedia jasa yang mengerjakannya.
Apa itu RAB, dan bedanya dengan AHSP
RAB (Rencana Anggaran Biaya) adalah dokumen yang merinci seluruh pekerjaan dalam satu proyek konstruksi beserta volume dan harga satuan masing-masing, dijumlahkan menjadi total biaya proyek. Bentuknya biasanya berupa daftar: setiap baris satu item pekerjaan, dengan kolom volume, harga satuan, dan subtotal.
AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan) menyediakan salah satu bahan baku RAB, yaitu harga satuan per pekerjaan — hasil dari koefisien kebutuhan bahan, tenaga kerja, dan peralatan dikalikan harga setempat. RAB memakai harga satuan itu untuk seluruh daftar pekerjaan dalam satu proyek, masing-masing dengan volumenya sendiri, lalu menjumlahkannya menjadi satu angka total. Secara konsep:
Biaya proyek = Σ (volume pekerjaan × harga satuan pekerjaan), dijumlahkan untuk seluruh item pekerjaan dalam proyek.Dengan kata lain: AHSP menjawab “berapa harga satu satuan pekerjaan ini”, sedangkan RAB menjawab “berapa total biaya seluruh pekerjaan dalam proyek ini”. Penjelasan lebih lengkap tentang AHSP — dasar hukum dan struktur perhitungannya — ada di panduan AHSP →
Hitung volume pekerjaan
Volume pekerjaan adalah besaran fisik suatu pekerjaan, diukur dalam satuan yang sama dengan satuan AHSP-nya — misalnya meter persegi (m²) untuk pekerjaan yang dihitung per luas seperti plesteran atau pengecatan, meter kubik (m³) untuk pekerjaan yang dihitung per volume seperti galian atau cor beton, meter panjang (m’) untuk pekerjaan linear seperti saluran, atau unit untuk pekerjaan yang dihitung per satuan barang.
Volume diukur dari gambar kerja (denah, potongan, detail) atau dari kondisi lapangan sesungguhnya — bukan ditaksir. Untuk pekerjaan berbentuk bidang, volumenya adalah luas area yang benar-benar dikerjakan, dikurangi bagian yang tidak termasuk lingkup pekerjaan itu (misalnya bukaan pintu dan jendela pada pekerjaan dinding). Untuk pekerjaan berbentuk volume, ukurannya mengikuti dimensi sesungguhnya yang akan dikerjakan di lapangan.
Satu hal yang wajib dipastikan sebelum lanjut ke langkah berikutnya: satuan volume harus sama persis dengan satuan pada AHSP pekerjaan yang akan dipakai, supaya keduanya bisa dikalikan langsung tanpa konversi tambahan.
Cari AHSP pekerjaan yang sesuai
Setelah tahu daftar pekerjaan dan volumenya, cari analisa harga satuan yang sesuai untuk tiap item di katalog AHSP — bisa dicari dan difilter per bidang atau kelompok pekerjaan.
Masukkan harga satuan setempat
Koefisien AHSP relatif stabil, tetapi harga bahan, upah, dan biaya sewa alat berbeda antar daerah dan berubah sepanjang waktu. Setiap halaman detail analisa di katalog menyediakan kalkulator harga satuan — masukkan harga yang berlaku di daerah Anda, dan harga satuan pekerjaan itu dihitung di halaman yang sama.
Susun estimasi biaya
Kalikan volume tiap pekerjaan (langkah 2) dengan harga satuan hasil kalkulator (langkah 4), lalu jumlahkan seluruh item pekerjaan dalam proyek. Hasilnya adalah estimasi biaya proyek — bukan harga akhir yang mengikat, karena harga bahan dan upah tetap bisa berubah sampai pekerjaan sungguhan dilaksanakan.
Untuk memahami dari mana angka AHSP berasal dan batasannya sebagai dasar estimasi, baca metodologi data AHSP.
Cari penyedia jasa
Sudah punya RAB dan ingin mencari orang yang mengerjakannya? Pasang kebutuhan proyek di platform intermediasi jasa konstruksi Ngabangun dan bandingkan penawaran penyedia jasa yang masuk.