Daftar Gratis

Ngabangun POS · Aplikasi kerja kontraktor

Biaya proyek baru ketahuan bengkak di akhir?

Lapangan dan kantor, satu catatan.

Ngabangun POS menyambungkan pekerjaan lapangan dengan pembukuan kantor. Dari tender sampai tutup buku, semuanya tercatat di satu tempat dan setiap persetujuan ada jejaknya.

  • RAB dan RAP berbasis AHSP
  • Laporan harian dan BAST
  • Arsip gambar kerja dan CAD
  • Absensi mandor dari ponsel
  • Persetujuan berjenjang

Kenal situasi ini?

Proyeknya jalan. Catatannya tercecer.

Anggaran di Excel, upah tukang di buku tulis, nota di laci, foto dan persetujuan di grup WhatsApp. Masing-masing ada isinya, tetapi tidak saling bicara.

  • Biaya bengkak baru ketahuan di akhir.

    Belanja material, upah, dan subkontraktor dicatat di tempat berbeda. Saat semuanya dijumlahkan, proyek sudah hampir selesai.

  • Angka lapangan beda dengan angka kantor.

    Material yang datang, pekerjaan yang selesai, dan yang dibukukan kantor tidak pernah cocok tanpa dihitung ulang.

  • Persetujuan hanya lewat chat.

    PO disetujui lewat telepon atau pesan singkat. Saat ada masalah, sulit membuktikan siapa yang menyetujui apa, dan kapan.

  • Akhir bulan, kejar-kejaran nota.

    Akuntan menagih kuitansi, bukti transfer, dan surat jalan ke banyak orang sebelum buku bisa ditutup.

  • Termin dan retensi terlupa.

    Tagihan termin dihitung ulang dengan tangan, potongan uang muka terlewat, dan retensi yang belum cair tidak ada yang memantau.

  • Audit datang, semua sibuk mencari berkas.

    Auditor, bank, atau calon investor meminta data, lalu tim berhari-hari mengumpulkan laporan dan bukti dari banyak tempat.

Bukan orangnya yang kurang rajin. Catatannya yang terpisah-pisah.

Simulasi kebocoran

Berapa uang proyek Anda yang bocor? Hitung yang bisa diselamatkan.

Geser angkanya sesuai proyek Anda, lalu lihat berapa yang bisa diselamatkan Ngabangun POS. Kebocoran di sini berarti biaya yang keluar tanpa kendali: material yang kurang dari surat jalan, upah untuk hari yang tidak dikerjakan, tagihan pemasok di atas harga PO, atau retensi yang lupa ditagih.

Rp500 juta
3 proyek
5%
50%

Tidak semua kebocoran bisa dicegah aplikasi. Pakai angka yang menurut Anda masuk akal.

Harga Ngabangun POS

Rp890 ribu/bulan

Paket Starter, sekitar Rp29 ribu per hari.

Bandingkan dengan kebocoran sekitar Rp205 ribu per hari pada simulasi Anda.

Uang yang bocor setiap tahun

Rp75 juta/tahun

Rp500 juta × 3 proyek × 5%

Kebocoran setahunRp75 juta
Ngabangun POS setahunRp10,7 juta
Rp890 ribu per bulan, sekitar Rp29 ribu per hari

Cukup cegah 15% dari kebocoran itu, biaya aplikasinya sudah tertutup.

Hemat bersih setahun bila 50% tercegah
Rp26,8 juta

Ini simulasi dari angka yang Anda masukkan, bukan jaminan penghematan. Hasil sebenarnya bergantung pada cara kerja dan disiplin tim di setiap proyek.

  • Material datang kurang dari surat jalan

    Penerimaan barang dicocokkan dengan PO dan foto surat jalan

  • Upah dibayar untuk hari yang tidak hadir

    Daftar upah disusun dari absensi mingguan yang disetujui

  • Tagihan pemasok di atas harga PO

    Selisih harga di atas toleransi harus disetujui dulu

  • Retensi dan termin lupa ditagih

    Retensi pemberi kerja, subkontraktor, dan borongan terpantau di satu layar

Cara Ngabangun POS bekerja

Terjadi di lapangan, langsung tercatat di kantor.

Setiap kegiatan dicatat sekali oleh orang yang mengerjakannya. Sesudah itu, catatan yang sama dipakai oleh bagian berikutnya.

  • Lapangan

    Gudang menerima material

    Kantor

    Stok bertambah, dan tagihan pemasok disusun dari penerimaan itu.

  • Lapangan

    Material dikeluarkan ke proyek

    Kantor

    Langsung menjadi biaya proyek di pembukuan.

  • Lapangan

    Mandor mengajukan absensi

    Kantor

    Daftar upah dan pembayarannya mengikuti, setelah disetujui.

  • Lapangan

    Progres disahkan

    Kantor

    Menjadi dasar tagihan termin ke pemberi kerja.

Tidak ada yang diketik dua kali, jadi direktur, keuangan, dan manajer proyek membaca angka yang sama.

Cara kerja Ngabangun POS, dari tender sampai tutup buku

  1. Tender

    Menang tender, langsung jalan.

    Pilih Konversi pada tender yang menang. Proyek, kontrak dengan pemberi kerja, dan draf RAB terbentuk sekaligus dari estimasi akhir, tanpa mengetik ulang.

    Dikerjakan olehEstimator, Direktur

  2. Anggaran

    RAB dan RAP berbasis AHSP.

    Ambil harga satuan dari analisa AHSP dengan harga dasar per wilayah, atau impor dari Excel. Setelah RAB disetujui, RAP menjadi anggaran biaya internal Anda.

    Dikerjakan olehQuantity surveyor, Direktur operasional

  3. Tagihan

    Progres yang sah jadi dasar tagihan.

    Opname progres disetujui, berita acara disahkan pemberi kerja, lalu tagihan termin disusun. Potongan uang muka dan retensi ikut terhitung.

    Dikerjakan olehQuantity surveyor, Manajer proyek, Staf piutang

  4. Tutup buku

    Tutup buku dengan daftar periksa.

    Jurnal terbentuk dari kegiatan sehari-hari. Sebelum periode ditutup, daftar periksa menunjukkan apa yang belum beres, lengkap dengan tautan ke dokumennya.

    Dikerjakan olehAkuntan, Manajer keuangan

Fitur

Setiap rupiah proyek, ada jejaknya.

Bukan sekadar aplikasi akuntansi. Ngabangun POS mengurus pekerjaan proyek, lalu menyambungkannya ke pembukuan.

  • Biaya proyek terbaca selagi berjalan

    Dasbor proyek menampilkan biaya yang sudah keluar, perkiraan biaya akhir, dan laba yang sudah diakui, dirinci per material, upah, subkontraktor, alat, dan biaya umum.

    • Dasbor proyek
    • Anggaran dibanding realisasi
    • Prakiraan sisa biaya
    • Pantauan kontrak berpotensi rugi
  • Harga satuan yang bisa ditelusuri

    Analisa AHSP memakai harga dasar bertanggal dan per wilayah. Harga yang diambil ke RAB disimpan sebagai salinan, jadi RAB lama tidak ikut berubah.

    Lihat katalog AHSP
    • Analisa AHSP
    • RAB dari Excel
    • Revisi per versi
    • Perubahan kontrak
  • Belanja dicocokkan dari permintaan sampai bayar

    Permintaan material, PO, penerimaan barang, dan tagihan pemasok saling dicocokkan. PO yang melewati anggaran dan selisih harga tagihan harus disetujui dulu.

    • Permintaan material
    • PO
    • Penerimaan barang
    • Stok dan gudang
    • Subkontrak
    • Alat berat
  • Upah tukang berdasarkan kehadiran

    Mandor mengisi absensi mingguan dan foto regu dari ponsel. Daftar upah disusun dari absensi dan borongan, lalu dibayar setelah disetujui orang lain.

    • Absensi dari ponsel
    • Borongan
    • Kasbon mandor
    • Retensi borongan
  • Termin, retensi, dan piutang terpantau

    Tagihan termin mengikuti berita acara yang sudah disahkan. Retensi dari pemberi kerja, subkontraktor, dan borongan terlihat di satu layar, begitu pula piutang jatuh tempo.

    • Tagihan termin dan uang muka
    • Pelepasan retensi
    • Umur piutang
    • Rekonsiliasi bank
  • Pajak, gaji, dan tutup buku dalam satu alur

    Rekap PPN dan PPh tiap bulan beserta berkas persiapan untuk diunggah ke Coretax. Gaji kantor dengan PPh 21 dan BPJS. Laporan keuangan siap diekspor.

    • Masa pajak
    • Berkas persiapan Coretax
    • Gaji kantor
    • Neraca dan Laba Rugi

Dokumen proyek

Dari kontrak sampai BAST, tersimpan rapi.

Setiap proyek punya pustaka dokumennya sendiri. Berkas diperiksa keamanannya saat diunggah, disimpan per revisi, dan ditautkan ke transaksi yang bersangkutan.

  • Kontrak dan SPMK

    Nilai kontrak, masa pelaksanaan, masa pemeliharaan, dan termin pembayaran tercatat. Perubahan kontrak diajukan dan disetujui, lalu RAB ikut menyesuaikan.

  • Laporan harian

    Site manager mencatat cuaca, tenaga kerja, alat, material, dan K3, lengkap dengan foto dan paraf pengawas yang diunggah langsung di formulir.

  • Berita acara dan BAST

    Berita acara progres serta serah terima pertama dan akhir (PHO dan FHO) tercatat bersama buktinya, lalu menjadi dasar tagihan dan pelepasan retensi.

  • Gambar kerja dan berkas CAD

    Unggah gambar kerja, shop drawing, as-built, berkas DWG dan DXF, model SketchUp, PDF, dan foto, satu per satu atau satu folder sekaligus. Revisi lama tetap bisa diunduh.

Pratinjau tersedia untuk PDF dan gambar. Berkas CAD disimpan dan diunduh.

Untuk siapa

Setiap orang melihat yang perlu dilihatnya.

Akses diatur per peran, dan peran proyek bisa dibatasi pada proyek tertentu. Manajer proyek A tidak melihat proyek B.

  • Direktur dan pemilik

    Posisi proyek, kapan pun Anda perlu.

    Baca dasbor proyek dan Laporan Perusahaan, setujui hal bernilai besar dari Tugas Saya, dan beri auditor akses yang bisa Anda cabut.

  • Keuangan dan akuntan

    Bukti datang bersama transaksinya.

    Tagihan, pembayaran, dan jurnal lewat persetujuan berjenjang. Rekening koran dicocokkan dengan catatan, dan daftar periksa menuntun tutup buku.

  • Manajer proyek dan QS

    Anggaran, progres, dan belanja di satu ruang kerja.

    Susun RAB dan RAP, setujui permintaan material dan opname progres, pantau kurva S, dan simpan gambar kerja per revisi.

  • Mandor dan gudang

    Cukup dari ponsel.

    Mandor mengisi absensi dan foto regu, gudang memotret surat jalan saat barang datang. NIK dan nominal upah tertutup bagi yang tidak berhak.

  • Auditor

    Hanya membaca yang diberikan.

    Auditor membuka ruang data berisi laporan dan bukti pilihan, per proyek, dengan batas waktu. Setiap pembukaan dan unduhan tercatat.

Kontrol

Yang mengajukan tidak menyetujui sendiri.

Aturan yang biasanya hanya tertulis di SOP, di sini dijalankan oleh sistem.

  • Persetujuan berjenjang

    Pengaju tidak bisa menyetujui dokumennya sendiri. Dokumen bernilai besar naik ke persetujuan tingkat kedua, sesuai batas yang Anda atur.

  • Pemesan bukan penerima

    Pembuat atau penyetuju PO tidak boleh menerima barangnya. Perubahan rekening bank pemasok harus disetujui orang lain sebelum dipakai membayar.

  • Tidak ada yang diubah diam-diam

    Dokumen yang sudah dibukukan tidak dihapus. Koreksi memakai dokumen pembalik atau nota koreksi, dan riwayat persetujuan tampil di setiap dokumen.

  • Bukti menempel di transaksinya

    Kuitansi, surat jalan, kontrak, SPMK, dan gambar kerja diperiksa pemindai virus, disimpan per versi, lalu ditautkan ke transaksinya.

  • Ruang data untuk auditor

    Pilih laporan dan bukti yang dibagikan, per proyek, boleh diunduh atau hanya dilihat. Akses berakhir sendiri pada tanggalnya dan bisa dicabut kapan saja.

  • Data tetap milik perusahaan

    Ekspor data kapan saja. Tim dukungan hanya bisa membaca data Anda setelah disetujui administrator perusahaan, untuk waktu terbatas.

Apa adanya

Yang perlu Anda tahu sebelum memakai.

Kami lebih suka menyampaikannya sekarang daripada Anda kaget belakangan.

  • Pajak: kami menyiapkan rekap dan berkas persiapan Coretax. Berkas ditinjau dan diunggah sendiri oleh staf pajak Anda, tidak ada pelaporan otomatis ke DJP. PPh Pasal 22 belum tercakup.
  • Jadwal proyek berupa bobot pekerjaan per minggu dengan kurva S rencana dan realisasi.
  • Analisa AHSP saat ini analisa satu tingkat. Analisa biaya alat belum tersedia.
  • Untuk proyek berpotensi rugi, sistem menghitung estimasi dan mengusulkan provisi. Akuntan yang memutuskan dan membuat jurnalnya.
  • Tarif dan aturan PPh 21 serta BPJS dikonfirmasi perusahaan sebelum dipakai. Setorannya dicatat lewat Kas dan Bank.
  • Berkas CAD bisa disimpan per revisi dan diunduh, tetapi belum bisa dipratinjau.

Mengapa Ngabangun POS

Dibuat untuk kontraktor, bukan disesuaikan belakangan.

Aplikasi akuntansi umum mencatat uang. Ngabangun POS mencatat pekerjaan proyeknya dulu, baru uangnya, jadi setiap rupiah punya asal-usul di lapangan.

Cara yang biasaDengan Ngabangun POS
RAB dan RAPDisusun di Excel, rumus dan harga diperbarui tangan.Berbasis analisa AHSP dengan harga dasar per wilayah. RAB lama tidak ikut berubah saat harga baru masuk.
Lapangan ke kantorNota dan absensi diketik ulang oleh staf kantor.Penerimaan barang, absensi, dan progres langsung menjadi catatan kantor.
PersetujuanLewat telepon atau chat, sulit dibuktikan.Berjenjang, pengaju tidak bisa menyetujui sendiri, dan setiap keputusan tercatat dengan waktunya.
Termin dan retensiDihitung ulang dengan tangan, retensi sering terlupa.Tagihan mengikuti berita acara, potongan uang muka dan retensi ikut terhitung dan terpantau.
Dokumen proyekTersebar di laptop, flashdisk, dan grup chat.Pustaka per proyek: kontrak, laporan harian, BAST, gambar kerja, dan CAD, disimpan per revisi.
Pajak dan tutup bukuRekap dikejar di akhir bulan.Rekap PPN dan PPh bulanan, berkas persiapan Coretax, dan daftar periksa tutup buku.
  • Bahasa dan istilah kontraktor

    RAB, RAP, opname, termin, retensi, SPMK, BAST. Tidak perlu menerjemahkan istilah asing.

  • Satu aplikasi untuk semua bagian

    Direktur, keuangan, manajer proyek, mandor, dan gudang memakai data yang sama, dengan akses sesuai perannya.

  • Data tetap milik Anda

    Ekspor data kapan saja. Tim dukungan hanya bisa membaca data setelah administrator perusahaan menyetujui.

Mulai pakai

Mulai dari satu proyek dulu.

Kartu Kesiapan Perusahaan di Beranda menunjukkan langkah mana yang belum selesai dan siapa yang mengurusnya. RAB dan saldo awal dari Excel bisa diimpor lewat templat, jadi tidak perlu diketik ulang.

  1. Lengkapi perusahaan

    Isi identitas perusahaan dan undang rekan yang akan menjadi penyetuju, karena pengaju tidak bisa menyetujui sendiri.

  2. Atur pembukuan

    Aktifkan akuntansi, masukkan saldo awal atau mulai tanpa saldo awal, lalu atur pajak, rekening bank, dan batas persetujuan.

  3. Isi data induk

    Masukkan pelanggan, pemasok, subkontraktor, serta katalog material, jasa, dan alat.

  4. Jalankan proyek pertama

    Buat proyek atau konversi tender yang menang, lalu susun kontrak, RAB, dan catat SPMK.

Tanya jawab

Pertanyaan yang sering muncul.

Paket Starter Rp890 ribu per bulan. Untuk rincian isi paket, jumlah pengguna, dan pilihan paket lain, tanyakan langsung ke tim kami lewat WhatsApp.

Tergantung banyaknya data awal yang Anda bawa. Kartu Kesiapan Perusahaan menuntun langkah demi langkah, dan kami sarankan mulai dari satu proyek dulu.

Bisa untuk bagian utamanya. RAB diimpor dari templat Excel, saldo awal pembukuan juga lewat templat impor, dan rekening koran bisa diimpor untuk dicocokkan. Laporan keuangan bisa diekspor ke Excel atau PDF.

Bisa, tetapi Anda perlu satu orang lagi sebagai penyetuju, misalnya rekan atau staf yang Anda percaya. Ngabangun POS sengaja tidak mengizinkan orang yang sama mengajukan sekaligus menyetujui.

Bukan. Akuntansi hanya salah satu bagiannya. Ngabangun POS juga mengurus tender, RAB dan RAP, pengadaan, stok, alat, upah tukang, progres, serah terima, dan dokumen proyek, lalu menyambungkannya ke pembukuan.

Bisa. Unduh templat, isi di Excel, impor, periksa hasilnya, lalu ajukan. Harga satuan juga bisa diambil dari analisa AHSP.

Bisa. Absensi mingguan dan foto regu diisi dari ponsel dengan pilihan hadir, setengah hari, absen, atau lembur. Mandor tidak melihat nominal upah.

Belum. Ngabangun POS menyiapkan rekap PPN dan PPh per bulan serta berkas persiapan untuk Coretax. Berkas ditinjau dan diunggah sendiri oleh staf pajak Anda.

Tidak. Setiap orang melihat sesuai perannya, dan peran proyek bisa dibatasi pada proyek tertentu. NIK dan nominal upah dilindungi hak khusus.

Berkas disimpan di penyimpanan pribadi, diperiksa pemindai virus, dan setiap unduhan tercatat. Tim dukungan hanya bisa membaca data setelah administrator perusahaan menyetujui, untuk waktu terbatas, dan tidak bisa mengubah transaksi.

Data tetap milik Anda. Ada alur resmi: ekspor data akhir, pembekuan akun, masa simpan, lalu penghapusan hanya dengan persetujuan perusahaan. Ekspor data juga bisa diminta kapan saja.

Setiap proyek punya pustaka dokumen dan gambar: gambar kerja, shop drawing, as-built, DWG, DXF, SketchUp, dan PDF. Bisa unggah satu folder sekaligus dan menyimpan revisi. Berkas CAD diunduh, belum bisa dipratinjau.

Ngabangun POS

Lapangan dan kantor, satu catatan.

Ingin tahu apakah Ngabangun POS cocok dengan cara kerja perusahaan Anda? Tanyakan langsung ke tim kami lewat WhatsApp.

Paket Starter Rp890 ribu per bulan, sekitar Rp29 ribu per hari.

Pengaturan cookie

Esensial

Untuk masuk akun dan menjalankan situs. Selalu aktif.

Selalu aktif

Pilihan ini bisa diubah kapan saja lewat tautan "Pengaturan cookie" di bagian bawah halaman. Baca Kebijakan Privasi.